Kalau kita artikan secara bahasa, hablum minallah itu adalah hubungan dengan Allah dan hablum minan-nas adalah hubungan dengan manusia, Wujud dari hubungan yang baik adalah akhlak yang baik terhadap sesama manusia dan terjaganya hubungan manusia dengan alloh baik dengan do'a maupun sholat serta berbagai perintah Nya.
Sejak diturunkannya Al Qur'an sebagai kitab suci yang diantara isinya adalah Islam mengajarkan dua buah prinsip yang sangat penting yaitu hubungan dengan Allah (Hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (Hablum minannas).
Rasulullah bersabda : ”Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akir, maka janganlah dia menyakiti tetangganya; dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akir, maka hendaklah memuliakan tamunya, dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam” (HR ; Bukhari dan Muslim)
Hadist diatas menegaskan adanya kewajiban setiap muslim kepada sesama umat manusia terutama kepada tetangganya harus berlaku baik, yaitu tidak boleh mengganggunya dan tidak boleh menghinanya.
Karena islam menempatkan hubungan kekerabatan dan silaturahim sebagai bagian dari ciri orang mukmin dimana merupakan pola hidup yang universal dan permanent untuk membentuk moral / ahlak yang baik. Kita sebagai muslim tidak boleh menganngap sepele tali kekerabatan / persaudaraan, dan kita harus mempunyai sikap-sikap yang penuh saling menyayangi, saling mengerti, saling menyantuni, saling mengingatkan, saling memahami masalah masing-masing, tepatnya kita harus mengerti dasar ikatan silaturahim yang diperintahkan oleh agama islam, dimana pada dasarnya untuk menyadarkan umat manusia bahwa semuanya manusia berasal dari satu ayah dan satu ibu (Adam dan Hawa) artinya, terutama semua muslim bersaudara, maka harus saling mendoakan dengan ucapan dan salam, melalui perkataan yang lemah lembut.
Sejak diturunkannya Al Qur'an sebagai kitab suci yang diantara isinya adalah Islam mengajarkan dua buah prinsip yang sangat penting yaitu hubungan dengan Allah (Hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (Hablum minannas).
Rasulullah bersabda : ”Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akir, maka janganlah dia menyakiti tetangganya; dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akir, maka hendaklah memuliakan tamunya, dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam” (HR ; Bukhari dan Muslim)
Hadist diatas menegaskan adanya kewajiban setiap muslim kepada sesama umat manusia terutama kepada tetangganya harus berlaku baik, yaitu tidak boleh mengganggunya dan tidak boleh menghinanya.
Karena islam menempatkan hubungan kekerabatan dan silaturahim sebagai bagian dari ciri orang mukmin dimana merupakan pola hidup yang universal dan permanent untuk membentuk moral / ahlak yang baik. Kita sebagai muslim tidak boleh menganngap sepele tali kekerabatan / persaudaraan, dan kita harus mempunyai sikap-sikap yang penuh saling menyayangi, saling mengerti, saling menyantuni, saling mengingatkan, saling memahami masalah masing-masing, tepatnya kita harus mengerti dasar ikatan silaturahim yang diperintahkan oleh agama islam, dimana pada dasarnya untuk menyadarkan umat manusia bahwa semuanya manusia berasal dari satu ayah dan satu ibu (Adam dan Hawa) artinya, terutama semua muslim bersaudara, maka harus saling mendoakan dengan ucapan dan salam, melalui perkataan yang lemah lembut.

0 comments:
Post a Comment